​TP-PKK Kotamobagu Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Lewat Sektor Kakao Organik

Kotamobagu, Terkini47 Dilihat

JEJAK.NEWS, KOTAMOBAGU – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta, S.E., M.Ec.Dev., mulai tancap gas menginisiasi program pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal.

Kali ini, sektor kakao organik menjadi sasaran utama dalam upaya meningkatkan pendapatan rumah tangga di wilayah tersebut.

Langkah konkret ini diawali dengan kunjungan lapangan ke perkebunan dan lokasi pembibitan kakao milik praktisi pertanian, Akbar Damopolii, di Kelurahan Pobundayan, pada Jumat 23/01/2026.

Didampingi Kepala Dinas Pertanian Piter Suli, Ny. Rindah meninjau langsung potensi kakao yang akan dijadikan instrumen penguatan ekonomi bagi kaum ibu di Kotamobagu.

​Ny. Rindah menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari studi banding ke Jungle gold Bali. Ia melihat peluang besar bagi ibu rumah tangga di Kotamobagu untuk mengambil peran dalam rantai produksi kakao, mulai dari pembibitan hingga pengolahan limbah.

“Fokus utama kami adalah mendorong keterlibatan ibu rumah tangga. Kami ingin para ibu tidak hanya mengurus domestik, tapi juga memiliki produktivitas ekonomi di waktu luang mereka,” ujar Ny. Rindah.

Beberapa poin penguatan peran perempuan yang akan didorong oleh TP-PKK antara lain, ​Pembibitan Mandiri yang melibatkan kaum ibu dalam proses penyemaian dan perawatan bibit kakao unggul. Pengolahan Pupuk Organik, dengan  memanfaatkan limbah rumah tangga untuk dijadikan pupuk pendukung perkebunan kakao organik. Peningkatan Kualitas Produk, melalui Edukasi mengenai standar biji kakao agar mampu menembus pasar internasional.

​Baca Juga: Pemkot Kotamobagu Klarifikasi Isu Pemecatan Linmas: Masa Tugas Sepenuhnya Berdasarkan SK

Rencana pemberdayaan ini tidak hanya berhenti pada wacana. TP-PKK akan berkolaborasi erat dengan Dinas Pertanian dan komunitas petani muda untuk memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan.

Akbar Damopolii, selaku pemilik kebun, menyambut baik visi Ketua TP-PKK. Menurutnya, pelibatan perempuan dalam pemanfaatan limbah rumah tangga untuk pertanian organik adalah inovasi yang saling menguntungkan (win-win solution).

​”Ada rencana kolaborasi antara anak muda dan ibu-ibu PKK. Tujuannya jelas, meningkatkan pendapatan keluarga melalui aktivitas pertanian yang ramah lingkungan,” tutur Akbar.

​Kepala Dinas Pertanian Kotamobagu, Piter Suli, memberikan apresiasi tinggi terhadap strategi TP-PKK. Ia menilai keterlibatan perempuan dalam sektor kakao akan mempercepat akselerasi Kotamobagu sebagai daerah penghasil kakao organik berkualitas.

“Kami dari dinas teknis siap memberikan pendampingan penuh. Komitmen sudah dibangun bersama Ketua TP-PKK untuk merancang program khusus pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal,” pungkas Piter.

Dengan adanya inisiatif ini, TP-PKK Kotamobagu berharap perempuan di Kotamobagu tidak lagi hanya menjadi konsumen, tetapi menjadi produsen yang mampu memperkuat tulang punggung ekonomi keluarga sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah industri kakao.(Abo).

Tinggalkan Balasan