Tiga Ujung Tombak Paskibraka Pejuang Merah Putih Upacara Pengibaran Bendera HUT RI Ke-80 Di Kotamobagu

Rasa Gugup dan Bangga Bercampur Aduk Ketika Menjalankan Tugas

Kotamobagu, Terkini188 Dilihat

JEJAK.NEWS, KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang Ke- 80 berlangsung dengan khidmat dan tertib dengan Wali Kota Kotamobagu sebagai Inspektur Upacara di lapangan Boki Hotinimbang Kotamobagu, pada Minggu 17/08/2025.

Adapun yang ditunjuk sebagai komandan upacara pada peringatan HUT RI Ke-80 adalah AKP. Edy Haryanto, SS,. MM,. Bertugas sebagai Kasat Bimas Polres Kotamobagu, Komandan pasukan Paskibraka adalah IPDA. Rudy Febby Lombo, adalah Kanit Regiden Satlantas Polres Kotamobagu.

Sedangkan petugas Pembawa Bendera Merah Putih diatas baki adalah Saffa Marwa Darisun, kelahiran 08 Desember 2009 di Kotamobagu, Siswa SMA Negeri 2 Kotamobagu, adalah seorang putri tunggal dari pasangan bapak Oktavirianto Darisun berprofesi sebagai seorang Sipir di Rutan Kelas II B Kotamobagu dan Ibu Adhe Ria Mokodompit, seorang tenaga Kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan.

Saffa sendiri ketika di wawancara oleh awak media terkait dengan bagaimana rasanya mendapatkan tugas sebagai Pembawa Bendera Merah Putih pada acara tersebut menyampaikan bahwa ia sangat merasa bangga dengan tugas yang diberikan tersebut.

“Saya merasa sangat gugup dan tegang ketika sedang menjalani proses tersebut sekaligus bangga, hal ini merupakan tugas yang berat, selama preses pendidikan yang paling berkesan adalah ketika mendapat hukuman dari pelatih, harapannya kedepan paskibraka semoga lebih maju dan berkembang dari hari ini, sebagai saran agar kedepannya kuota untuk paskibraka agar ditambah lagi,” ungkap Saffa dengan senyum manis.

Baca Juga: Pimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, Rendy Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak 

Untuk penarik tali dalam pengibaran Bendera Merah Putih adalah Ashraf Faisal Dondo Mogimpe, lahir di Modayag pada tanggal 20 Januari tahun 2010, merupakan siswa dari SMA Negeri Kotamobagu.

Ia adalah putra kedua dari pasangan bapak Candra Dondo dengan pekerjaan sebagai pengusaha sukses dibidang pertambangan di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Desa Tobongon, serta memiliki perusahaan konsultan perencana dan pengawasan yang bergerak di bidang infrastruktur dan Ibu Fonny Ekasari Mogimpe, S.Tr. Gz. adalah seorang ASN di Dinas Kesehatan Kotamobagu sebagai kepala bidang kepegawaian dan juga seorang pengusaha kuliner yang terkenal dengan brand “Rasa Tambah”.

Selain itu, Ashraf juga dikenal sebagai atlet olahraga beladiri Taekwondo pemegang sabuk hitam Dan satu, prestasi ini tidak lepas dari dorongan dan bakat yang menurun dari ayahnya yang juga hobi pada olahraga tersebut, melalui olahraga ini Ashraf telah banyak memperoleh medali penghargaan dari berbagai event yang pernah ia ikuti sebagai atlet Taekwondo baik tingkat daerah maupun tingkat provinsi, selain Taekwondo ia juga hobi main bola dan main gawe online yang divisualisasikan lewat berbagai aplikasi.

“Saya merasa sangat gugup, takut nanti salah didepan banyak orang, tapi juga merasa senang dan bangga sebagai paskibraka. Yang paling berkesan itu adalah ketika saya menarik tali untuk pengibaran Bendera Merah Putih, karena ini merupakan sejarah seumur hidup hanya sekali,” ucap Ashraf dengan malu-malu.

Sedangkan yang bertugas sebagai pembentang bendera adalah Nazril Alfarizi Olii, kelahiran Kotamobagu, 03 Juni tahun 2009 adalah siswa SMA Negeri 1 Kotamobagu anak dari pasangan Bapak Gulam Olii, SE,. dengan pekerjaan sebagai Sespri Wali Kota Kotamobagu dan Ibu Hetsiy Mokodompit, S.Pd, selain Ibu rumah tangga ia juga adalah seorang tenaga pendidik tercatat sebagai ASN di SD Negeri 3 Moyag. Nazril sendiri pernah punya prestasi akademik sebagai peraih juara 3 tingkat sekolah. Hobi main bola dan bulutangkis.

“Saya merasa senang karena terpilih sebagai anggota paskibraka terutama sebagai pembentang Bendera Merah Putih, pada proses itu saya senang bercampur gugup karena banyak orang yang melihat dan memperhatikan, semua pandangan mata tertuju kepada kami. Tapi saya sangat bangga karena hal seperti ini bagi saya hanya akan terjadi sekali seumur hidup,” jelas Nazril dengan penuh semangat.(abo).

 

 

 

Tinggalkan Balasan