Safari Ramadhan Pemkot Kotamobagu 1447 H Resmi Berakhir, Wali Kota: Jaga Semangat Kebersamaan

Kotamobagu, Terkini18 Dilihat

JEJAK.NEWS, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu resmi menutup rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah pada malam ke-9 Ramadhan. Kegiatan yang menyisir seluruh desa dan kelurahan di empat kecamatan tersebut sukses menjadi jembatan silaturahmi antara pemerintah dan warga.

Dimulai dengan agenda perdana di Masjid Agung Baitul Makmur pada awal Ramadhan, program ini melibatkan seluruh elemen kunci pemerintahan, mulai dari eksekutif hingga legislatif, guna memastikan pesan pembangunan dan keagamaan tersampaikan langsung ke masyarakat.

Selama sembilan hari penuh, Pemkot menerjunkan empat tim khusus yang dipimpin oleh tokoh-tokoh utama daerah antara lain, Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, Wakil Wali Kota, Rendy Virgiawan Mangkat, unsur Forkopimda dan pimpinan DPRD Kotamobagu. Hadir juga jajaran Sekretaris Daerah, Asisten, Pimpinan OPD, hingga Camat dan Sangadi (Kepala Desa).

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada wilayah yang terlewatkan, sekaligus menghadirkan nuansa keakraban di setiap masjid yang dikunjungi.

Baca Juga: Kotamobagu Sabet Penghargaan Menkum RI, 33 Posbakum Desa/Kelurahan Resmi Beroperasi

Wali Kota Weny Gaib menegaskan bahwa berakhirnya agenda seremonial ini bukanlah akhir dari interaksi pemerintah dengan rakyat. Sebaliknya, ini adalah fondasi untuk menjaga kerukunan jangka panjang.

“Berakhirnya Safari Ramadhan bukan berarti berakhir pula semangat kebersamaan. Justru ini menjadi penguat bagi kita untuk terus menjaga persatuan dan menghadirkan suasana damai di tengah masyarakat,” ujar Weny Gaib.

Beliau juga menambahkan bahwa momen ini digunakan sebagai ruang untuk menyerap aspirasi warga secara langsung demi mewujudkan Kotamobagu yang lebih maju dan sejahtera.

Senada dengan Wali Kota, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, mengungkapkan rasa syukurnya atas kondusivitas selama kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah, pelaksanaan selama 9 hari berjalan khusyuk, lancar, dan tertib. Ini membuktikan kuatnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kesucian bulan Ramadhan,” tutur Sahaya.(Abo).

Tinggalkan Balasan