Populasi Kucing di Kotamobagu Tembus Ribuan Ekor, Distanak Perketat Pengawasan Rabies

Kotamobagu, Terkini16 Dilihat

JEJAK.NEWS, KOTAMOBAGU – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Kotamobagu resmi merilis data terbaru populasi hewan peliharaan anjing dan kucing di wilayah tersebut untuk tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengawasi kesehatan hewan dan mencegah penularan penyakit zoonosis. Jumat, (06/02/2026).

Kepala Distanak Kotamobagu, Piter Suli, menyebutkan bahwa total populasi yang terdata saat ini mencapai 1.551 ekor anjing dan 6.989 ekor kucing. Seluruh populasi ini tersebar di empat kecamatan yang ada di wilayah Kotamobagu.

Berdasarkan data resmi, Kecamatan Kotamobagu Barat tercatat sebagai wilayah dengan populasi hewan peliharaan tertinggi di kota ini, yakni dengan 473 ekor anjing dan 3.142 ekor kucing.

Disusul kemudian oleh wilayah lainnya dengan rincian sebagai berikut:

Kecamatan Kotamobagu Selatan: Memiliki populasi 322 ekor anjing dan 1.677 ekor kucing.

Kecamatan Kotamobagu Timur: Memiliki populasi 451 ekor anjing dan 1.233 ekor kucing.

Kecamatan Kotamobagu Utara: Mencatat angka 305 ekor anjing dan 937 ekor kucing.

Baca Juga: Wujudkan Lingkungan ‘Mondarit’, Wali Kota Weny Gaib Launching Gerakan Indonesia ASRI di Kotamobagu

Menurut Piter, data ini bukan sekadar statistik, melainkan dasar penentuan wilayah prioritas untuk pemberian vaksinasi rabies. Pemerintah ingin memastikan bahwa penanganan kesehatan hewan dilakukan secara tepat sasaran.

“Melalui data ini, kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membiarkan hewan berkeliaran bebas, memastikan hewan dikandangkan, serta rutin melakukan vaksinasi rabies,” tegas Piter.

Guna mempermudah masyarakat, Distanak Kotamobagu tidak hanya turun ke lapangan di tiap desa dan kelurahan, tetapi juga membuka layanan di kantor dinas.

Warga yang memiliki hewan peliharaan bisa langsung membawa anjing atau kucing mereka ke kantor untuk mendapatkan layanan vaksinasi demi menjaga keamanan lingkungan dan keselamatan keluarga.

Piter berharap melalui pengawasan berkelanjutan ini, risiko penularan rabies di Kota Kotamobagu dapat ditekan serendah mungkin sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan aman.(Abo).

Tinggalkan Balasan