Perkuat Peran Kader, Poltekkes Manado Uji Coba E-Modul ‘Rumah Sehat DM’ di Kotamobagu

Kotamobagu, Terkini275 Dilihat

JEJAK.NEWS, KOTAMOBAGU – Tim peneliti dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Manado resmi menggelar uji coba kelompok besar untuk pengembangan kurikulum dan E-Modul pelatihan kader Posyandu se-Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Langkah ini diambil untuk memperkuat kapasitas kader sebagai ujung tombak dalam pengendalian penyakit Diabetes Melitus (DM) melalui inovasi konsep Rumah Sehat Diabetes Melitus (RUMSDIAM).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Kopandakan I ini berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 April 2026. Acara dibuka langsung oleh Kepala Puskesmas Motoboi Kecil, Deysi Rumengan, dan diikuti dengan antusias oleh puluhan kader dari berbagai desa/kelurahan.

Uji coba ini merupakan bagian dari program Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT). Dalam pelaksanaannya, tim peneliti mengedepankan prinsip transformasi kesehatan yang fokus pada upaya promotif dan preventif.

Para kader dibekali dengan modul digital (E-Modul) yang dirancang khusus untuk memudahkan deteksi dini dan edukasi pengendalian diabetes di tingkat akar rumput.

Kepala Puskesmas Motoboi Kecil, Deysi Rumengan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, literasi digital bagi kader melalui E-Modul adalah langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Revisi RTRW Kotamobagu Capai Tahap Krusial, Status IPPR Dinyatakan ‘Clean and Clear’

“Peran kader sangat krusial dalam mengedukasi gaya hidup sehat dan melakukan tindakan pencegahan spesifik sebelum penyakit menjadi parah. Pelatihan ini sangat membantu meningkatkan kompetensi mereka di lapangan,” ujar Deysi dalam sambutannya.

Ketua Tim Peneliti, Drs. Meildy E. Pascoal, M.Kes, menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui RUMSDIAM bertujuan agar penyandang diabetes tetap memiliki kualitas hidup yang setara dengan masyarakat sehat lainnya.

“Tujuannya adalah memberdayakan masyarakat. Kami ingin penderita diabetes punya kualitas hidup yang baik,” tegas Meildy.

Lebih lanjut, Meildy mengungkapkan bahwa program ini dirancang sebagai peta jalan (roadmap) selama tiga tahun. Ia berharap adanya dukungan kebijakan dari Pemerintah Kota Kotamobagu untuk mereplikasi model ini di seluruh wilayah.

“Kami berharap ada dukungan kebijakan dari pemerintah daerah agar setiap desa dan kelurahan di Kota Kotamobagu memiliki program Rumah Sehat Diabetes Melitus (RUMSDIAM),” tambahnya.

Selain sebagai ajang pelatihan, kegiatan ini berfungsi sebagai tahap evaluasi untuk mengukur efektivitas materi kurikulum yang telah disusun. Jika hasil uji coba ini terbukti signifikan dalam meningkatkan pemahaman kader, modul RUMSDIAM rencananya akan diterapkan secara lebih luas.

Melalui program ini, diharapkan angka penyakit tidak menular (PTM) di Kotamobagu dapat ditekan secara sistematis, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri dalam mengelola kesehatan.(Abo).

Tinggalkan Balasan