Pasar Senggol Kotamobagu Segera Digelar: Antara Tradisi Lebaran dan Upaya Pemerataan Ekonomi

Kotamobagu, Terkini29 Dilihat

JEJAK.NEWS, KOTAMOBAGU – Kabar gembira bagi warga Kotamobagu dan sekitarnya. Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bersama jajaran Forkopimda telah resmi memberikan lampu hijau untuk pelaksanaan Pasar Senggol dalam menyambut Idul Fitri. Keputusan ini diambil melalui rapat koordinasi intensif yang mempertimbangkan aspek tradisi, kebutuhan sosial, dan penguatan ekonomi daerah. Kamis, 05/02/2026.

Pelaksanaan Pasar Senggol tahun ini tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin, tetapi sebagai strategi vital untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui pasar musiman ini, para pedagang lokal diberikan ruang untuk meningkatkan pendapatan, sementara warga dipermudah dalam mencari kebutuhan pokok maupun pakaian menjelang lebaran dengan harga yang lebih kompetitif.

Pemerintah kota menyadari bahwa aksesibilitas masyarakat terhadap kebutuhan hari raya menjadi prioritas utama guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasar.

Meskipun izin prinsip telah dikantongi, tantangan utama saat ini terletak pada penentuan lokasi yang ideal. Pemkot dan Forkopimda bersikap sangat selektif demi memastikan bahwa kegiatan ini tidak menimbulkan kekacauan lalu lintas atau mengganggu aktivitas warga lainnya.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Asisten I Kotamobagu Pimpin Rakor Strategis Lintas Sektor

“Kegiatan dilaksanakan di tempat-tempat yang memenuhi syarat dan tentu tidak akan bermasalah dengan kepentingan masyarakat, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan,” tulis kesimpulan rapat tersebut.

Hingga saat ini, diskusi mengenai lokasi masih terus berkembang. Berdasarkan hasil rapat, terdapat tiga opsi awal yang sempat dibahas antara lain pertama, Eks Rumah Sakit menjadi salah satu alternatif kuat sebagai pusat keramaian. Kedua, Gelora Ambang juga menjadi pertimbangkan karena luas wilayahnya yang mampu menampung banyak pedagang dan pengunjung. Dan yang ketiga adalah kawasan UDK yang awalnya masuk dalam daftar, namun secara resmi telah dicoret karena lokasi tersebut sudah diagendakan untuk penyelenggaraan Festival Ramadan.

Dengan dicoretnya UDK, kini fokus utama tertuju pada dua lokasi tersisa, sembari tim teknis dari Pemkot mencari alternatif titik lain yang mungkin lebih representatif dan minim risiko kemacetan.

Dukungan penuh dari Forkopimda menjadi jaminan bahwa operasional Pasar Senggol akan dikawal dengan standar keamanan yang baik. Pengaturan parkir, penempatan lapak pedagang, hingga manajemen limbah pasar akan menjadi bagian dari rencana teknis yang tengah dimatangkan.

Pemerintah Kota Kotamobagu mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu pengumuman resmi mengenai lokasi final dan jadwal pembukaan. Pastinya, Pasar Senggol tahun ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi pasca-pandemi yang lebih tertib dan meriah.(Abo).

Tinggalkan Balasan