Ikan Mati Mendadak di Poyowa Besar II, Pemkot Kotamobagu Investigasi Dugaan Pencemaran

Kotamobagu, Terkini19 Dilihat

JEJAK.NEWS, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bergerak cepat merespons laporan warga terkait fenomena kematian ikan secara massal di Desa Poyowa Besar II. Dugaan sementara, peristiwa yang merugikan para pembudidaya lokal ini dipicu oleh pencemaran air yang bersumber dari Bendungan Moayat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga dan penjaga pintu air, petaka bagi para pembudidaya ikan ini diperkirakan terjadi pada Sabtu, 14 Februari 2026, sekitar pukul 03.00 WITA.

Ikan-ikan di kolam budidaya yang mengandalkan aliran air dari Bendungan Moayat ditemukan mati mendadak dalam jumlah besar, sehingga menimbulkan kerugian materiil yang cukup signifikan bagi warga setempat.

Proses dialog Dinas Pertanian dan Perikanan dengan warga pemilik Kolam ikan. (Foto: Yen).

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kotamobagu turun langsung ke lapangan pada Rabu (18/02/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu, Piter Suli, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) di lokasi terdampak.

Baca Juga: Awali Ramadhan 1447 H, Weny-Rendy Sholat Tarawih Perdana Bersama Masyarakat di MABM

“Rencana tindak lanjut kami adalah melakukan identifikasi mendalam terhadap dugaan pencemaran, mendata para pembudidaya yang terdampak, serta mengambil langkah penanganan sesuai dengan SOP yang berlaku,” jelas Piter.

Adapun poin itama investigasi tersebut meliputi identifikasi sumber dengan menelusuri zat atau penyebab pasti kematian ikan di sepanjang aliran Bendungan Moayat.

Tampak dokumentasi ikan yang mati mendadak di kolam milik warga. (Foto: yen).

Selain itu juga dilakukan pendataan kerugian dengan mencatat jumlah pembudidaya dan total kerugian ekonomi yang dialami. Dan terakhir melakukan mitigasi melalui pencegahan penyebaran dampak ke area kolam budidaya lainnya.

Pemkot Kotamobagu meminta masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan, untuk tetap tenang namun tetap waspada. Warga diminta segera melapor jika menemukan indikasi serupa atau perubahan kualitas air yang mencurigakan agar langkah antisipasi dapat diambil lebih cepat.

Hingga berita ini diturunkan, tim teknis dari DLH masih melakukan pemantauan kualitas air untuk memastikan apakah ada unsur kimia berbahaya atau faktor alam lain yang menjadi pemicu utama kejadian ini.(Abo).

Tinggalkan Balasan