Dedikasi Tanpa Tepian: Kisah Zus Paputungan dan 33 Tahun Kesetiaan di Kotamobagu

Kotamobagu, Terkini13 Dilihat

JEJAK.NEWS, KOTAMOBAGU – Senin pagi di Alun-alun Lapangan Boki Hontinimbang, 05/01/2026, bukanlah sekadar seremoni birokrasi biasa. Di antara ratusan wajah yang berseri menerima SK PPPK Paruh Waktu, terselip sebuah pemandangan yang menggetarkan hati.

Zus Paputungan, seorang abdi negara di Dinas Perhubungan (Dishub) Kotamobagu, hadir berdiri di sana dengan fisik yang sedang tidak bugar. Namun, di balik langkahnya yang mungkin masih berat karena sakit, tersimpan semangat yang menyala selama lebih dari tiga dekade.

Mengabdi selama 33 tahun adalah sebuah pencapaian yang langka. Bagi Zus, masa kerja tersebut adalah separuh dari perjalanan hidupnya yang diwakafkan untuk melayani warga Kotamobagu. Kehadirannya di hari pelantikan, meski sedang berjuang melawan rasa sakit, menjadi simbol bahwa tanggung jawab tidak mengenal kata “nanti”.

Zus Paputungan dan keluarga mendapatkan apresiasi yang positif dari Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat. (Foto: Lamk).

Ketulusan ini pun menjadi magnet perhatian bagi pimpinan daerah. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu tidak hanya melihat Zus sebagai seorang pegawai, tetapi sebagai personifikasi dari dedikasi sejati yang kian sulit ditemukan di era modern ini.

Baca Juga: ​Wali Kota Weny Gaib Sentil Disiplin ASN di Apel Perdana 2026: “Kita Digaji oleh Masyarakat!”

Momen penuh haru terjadi usai penyerahan SK. Wali Kota Kotamobagu secara khusus memberikan sorotan dan apresiasi tinggi. Baginya, sikap Zus adalah standar moral bagi seluruh aparatur pemerintah di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.

“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh PPPK yang baru saja dilantik, khususnya kepada saudara Zus Paputungan. Meski dalam kondisi sakit, tetap menunjukkan semangat dan tanggung jawab untuk hadir. Ini adalah bentuk pengabdian yang luar biasa,” ujar Wali Kota dengan nada bangga sekaligus haru.

Tidak ketinggalan, Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat (RVM), turut memberikan sentuhan empati. Baginya, kesembuhan Zus adalah prioritas, namun semangat yang ditunjukkan Zus adalah inspirasi yang tak ternilai harganya.

“Semoga lekas pulih dan dapat bekerja dengan semangat yang sama dalam melayani masyarakat Kota Kotamobagu,” ucap Rendy penuh doa.

Mendapat perhatian dan doa langsung dari pimpinan daerah membuat Zus Paputungan tak kuasa menahan rasa syukur. Di balik wajahnya yang masih memucat karena sakit, terpancar rona bahagia dan haru. Bagi Zus, perhatian tersebut adalah “obat” yang lebih ampuh dari apapun.

Ia menegaskan bahwa status PPPK yang kini diembannya akan ia jalankan dengan penuh integritas, meneruskan estafet pengabdian yang sudah ia mulai sejak puluhan tahun silam di Dinas Perhubungan.(Abo).

 

Tinggalkan Balasan